Slid

Loading...

Kamis, 31 Maret 2011

Askep



Metodelogi Keperawatan
Kelompok:
-       Asmeri Andani
-       Endrik Hidayat
-       Hamim Tades
-       Irwan Syahril
-       Isniyanto
-       Kabin Suryana
-       Nur Ahmad Fauzi
-       Retno Indriastuti
-       Tria Faturrahman
-       Wahyu Saputra
-       Wilhelmus W.N


Data Pasien
Nama                           : Ny. M
Umur                           : 42 th
Pekerjaan                     : Ibu rumah tangga
Pendidikan                  : SMA
Diagnosa Medis          : Fraktur tertutup 1/3 distal os. Tibia fibula


A.  Data

Data Subjektif
Data Objektif
Klien mengatakan :
1.      Sakit pada kaki kiri
2.      Menurut suami klien pada saat klien jatuh dari kamar mandi tidak langsung dibawa ke RS tetapi dipijat di dukun patah tulang selama kurang lebih 5 hari, tetapi kakinya malah bengkak dan sakitnya malah bertambah.

Klien terlihat :
1.      TTV:
·      TD : 130/100 mmHg
·      Nadi : 25x/menit
·      RR : 18x/menit
2.    Hb : 11,6 %
3.    HT : 39 vol %
4.    Leukosit : 11.000/ul
5.    Trb : 448.000/ul
6.    Keadaan mulut dan gigi klien tidak ada  carries
7.    Klien menggunakan gigi palsu
8.    Lidah klien tampak kotor
9.    Turgor kulit kurang elastic
10.   Infuse Rl : 20 tetes/menit
11.   Klien tampak murung sejak masuk RS
12.   Tidak mau makan
13.   Sering marah-marah

B.  Analisa Data

Tgl
Data
Masalah
Etiologi
juni. 2010
1.









2.







3.


Ds:
sakit pada kaki kiri

Do:
N : 25x/mnt
Pasien tampak murung
Sering marah-marah
Kaki klien tampak bengkak


Ds: Pasien mengeluh
Kaki bengkak

Do: klien terlihat
Leukosit 11.000/ul
Turgor kulit kurang elastis


Ds:
Saat klien jatuh tidak langsung dibawa ke RS, tetapi dibawa kedukun patah tulang



Nyeri










Infeksi







Kurang pengetahuan  tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan pengobatan


Spasme otot, gerakan fragmen tulang, edema









Tak adekuatnya pertahanan primer: kerusakan kulit, trauma jaringan, traksi tulang





Salah interpretasi informasi .



C.   DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.      Nyeri b.d spasme otot, gerakan fragmen tulang dan edema ditandai dengan pasien mengeluh sakit pada kaki kiri.
2.      Infeksi b.d trauma jaringan ditandai dengan meningkatnya leukosit
3.      Kurang pengetahuan b.d salah interpretasi informasi ditandai dengan pasien tampak bingung























D.  INTERVENSI


Tgl/Jam
Diagnosis Keperawatan
Tujuan dan Kriteria Hasil
Rencana Tindakan
Rasional
Paraf

1.      Nyeri b.d spasme otot, gerakan fragmen tulang dan edema ditandai dengan pasien mengeluh sakit pada kaki kiri.








































2.      Infeksi b.d trauma jaringan ditandai dengan meningkatnya leukosit



































3.      Kurang pengetahuan b.d salah interpretasi informasi ditandai dengan pasien terlihat bingung

1.      Pasien menyatakan nyeri hilang.
2.      Menunjukkan tindakan santai; mampu berpartisipasi dalam aktifitas / tidur/ istrihat dengan tepat.
3.      Menunjukkan penggunaan ketrampilan relaksasi dan aktifitas terapeutik sesuai indikasi untuk situasi individual.
































1.      Mengurangi dan menyembuhkan infeksi.





































1.      Pasien dapat memahami apa yang disampaikan oleh tim medis.

a)      Pertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips, pembebat, traksi.



b)      Tinggikan ekstremitas yang terkena.

c)      Dorong pasien untuk mendiskusikan masalah sehubungan dengan cedera.

d)     Tinggikan penutup tempat tidur; pertahankan linen terbuka.




e)      Lakukan dan awasi rentang gerak pasif dan aktif.
f)       Berikan alternatif tindakan kenyamanan, contoh pijatan dan perubahan posisi.


g)      Dorong pasien untuk mendiskusikan masalah sehubungan dengan cedera.

h)      Lakukan kompres dingin/es 24-48 jam pertama atau sesuai dengan kebutuhan







a)      Inspeksi kulit untuk adanya iritasi atau robekan kontinuitas.

b)      Kaji sisi pen/kulit perhatikan keluhan peningkatan nyeri atau rasa terbakar atau adanya edema, eritema, drainase/bau tak enak.

c)      Tutupi pada akhir gips peritoneal dengan plastic.
d)     Kaji sisi pen/kulit perhatikan keleuhan peningkatan nyeri/rasa terbakar atau adanya edema, eritema, drainase/bau tak enak.


e)      Selidiki nyeri tiba-tiba/keterbatasan gerkan dengan edema local atau eritema ekstremitas cedera















a)      Anjurkan penggunaan pembersih mulut

b)      Diskusi pentingnya perjanjian evaluasi klinis.

c)      Kaji ulang perawatan pen/luka yang tepat.

d)     Dorong pasien melanjutkan latihan aktif untuk sendi diatas dan dibawah fraktur

e)      Diskusikan pentingnya perjanjian evaluasi klinis.

f)       Anjurkan penggunaan pakaian yang adaptif

a)      Menghilangkan nyeri dan mencegah kesalahan posisi tulang/tegangan jaringan yang cedera.

b)      Meningkatkan aliran balik vena.

c)      Membantu untuk menghilangkan ansietas.


d)     Mempertahankan kehangatan tubuh tanpa ketidak nyamanan karena tekanan selimut pada bagian yang sakit.

e)      Mempertahankan kekuatan/mobilitas otot yang sakit dan memudahkan resolusi inflamasi pada jaringan yang cedera.

f)       Meningkatkan sirkulasi umum; menurunkan area tekanan local dan kelelahan otot.

g)      Membantu untuk menghilangkan ansietas.


h)      Menurunkan edema/pembentukn hematoma, menurunkan sensasi nyeri


a)      Pen atau kawat tidak harus dimasukkan melalui kulit yang terinfeksi, kemerahan dan abrasi (dapat menimbulkan infeksi tulang)

b)      Dapat menimbulkan infeksi lokal/nekrosis jaringan, yang dapat menimbulkan osteomielitis.


c)      Gips yang lembab, dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri.

d)     Dapat mengindikasikan timbulnya infeksi local/nekrosis jaringanyang dapat menimbulakan osteomelitis.

e)      Dapat mengindikasikan terjadinya osteomelitis





a)      Menghilangkan kotoran yang menempel dilidah

b)      Penyembuhan fraktur membutuhkan waktu tahunan untuk sembuh lengkap dan kerja sama pasien dalam program pengobatan membatu untuk penyatuan yang tepat dari tulang

c)      Menurunkan resiko trauma tulang/jaringan dan infeksi yang dapat berlanjut menjadi osteomelitis.

d)     Mencegah kekakuan sendi, kontraktur, dan kelelahan otot, meningkatkan kembalinya aktivitas sehari-hari secara dini.

e)      Penyembuhan fraktur waktu tahunan dan kerjasama dengan pasien dalam program pengobatan membantu penyatuan yang tepat dari tulang.

f)       Membantu aktivtas berpakaian/ kerapihan.

















E.   IMPLEMENTASI
No. dx
Tgl/jam
Tindakan
Nama Paraf
1




















2




















3
17 juni 2010/
07.30



08.00



08.30



09.00



09.30



18 juni 2010/
07.30


08.00


08.30



09.00




09.30




19 juni 2010
07.30


08.00



08.30



09.00




09.30



10.00
1.      mempertahankan imobilisasi bagian yang sakit dengan tirah baring, gips, pembebat, traksi.
Hasil :
Jam  :

2.      Meninggikan ekstremitas yang terkena.
Hasil :
Jam  :

3.      mendorong pasien untuk mendiskusikan masalah sehubungan dengan cedera.
Hasil :
Jam  :

4.      meninggikan penutup tempat tidur; pertahankan linen terbuka pada ibu jari kaki
Hasil :
Jam  :

5.      Melakukan dan mengawasi rentang gerak pasif dan aktif.
Hasil :
Jam  :

1.      menginspeksi kulit untuk adanya iritasi atau robekan kontinuitas.
Hasil :
Jam  :
2.      mengkaji sisi pen/kulit perhatikan keluhan peningkatan nyeri atau rasa terbakar atau adanya edema, eritema, drainase/bau tak enak.
Hasil :
Jam  :
3.      menutupi pada akhir gips peritoneal dengan plastic.
Hasil :
Jam  :

4.      mengkaji sisi pen/kulit perhatikan keleuhan peningkatan nyeri/rasa terbakar atau adanya edema, eritema, drainase/bau tak enak.
Hasil :
Jam  :

5.      Selidiki nyeri tiba-tiba/keterbatasan gerkan dengan edema local atau eritema ekstremitas cedera.
Hasil :
Jam  :

1.      menganjurkan penggunaan pembersih mulut
Hasil :
Jam   :

2.      mendiskusikan pentingnya perjanjian evaluasi klinis
Hasil :
Jam  :

3.      mengkaji ulang perawatan pen / luka yang tepat.
Hasil :
Jam  :

4.      mendorong pasien melanjutkan latihan aktif untuk sendi diatas dan dibawah fraktur.
Hasil :
Jam  :

5.       mendiskusikan pentingnya perjanjian evaluasi klinis.
Hasil :
Jam  :

6.      Menganjurkan penggunaan pakaian yang adaptif.
Hasil :
Jam  :




Masalah keperawatan/ kolaboratif
Tanggal/ jam
Catatan perkembangan
paraf
1.      Nyeri





2.      Infeksi



3.      Kurang pengetahuan









17 juni 2010/
07.30



18 juni 2010/
07.30


19 juni 2010
07.30
S: Pasien mengatakan nyeri berkurang di kaki kiri
O: Nadi normal, pasien tidak marah-marah lagi, bengkak berkuarang
A: Nyeri
P: perencanaan dihentikan


S: Pasien mengatakan nyeri pada luka berkurang
O: Turgor kulit kembali elastis dan tidak terlihat adanya pus
A: Infeksi
P: perencanaan dihentikan

S: Pasien mengatakan mengerti mengenai perawatan dan fraktur yang dialaminya
O: pasien terlihat mengerti dan tidak telihat cemas lagi
A: kurang pengetahuan
P: perencanaan dihentikan